Tampilkan postingan dengan label bid'ah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bid'ah. Tampilkan semua postingan

7 Tipu Daya Musuh yang Harus Anda Ketahui


Penulis: Ustadz Abu Isma'il Muslim al-Atsari

Sadarkah kita, bahwa setiap diri kita ini memiliki musuh besar?
Musuh yang sangat berkeinginan untuk menyesatkan dan mencelakakan kita!
Musuh yang memiliki berbagai tipu daya dan cara untuk mencapai tujuannya!
Musuh yang kita tidak dapat melihatnya, sedangkan dia melihat kita!
Musuh besar itu adalah syaithan.

Maka, hamba yang ingin selamat perlu mengetahui berbagai rintangan syaithan sehingga selamat dari jerat dan perangkapnya.
Sesungguhnya syaithan berkehendak mengalahkan manusia dengan tujuh rintangan, sebagian rintangan ini lebih berat dari yang lainnya. Tujuh rintangan ini adalah:

Akibat Perbuatan Ghuluw dan Bid'ah

Akibat Perbuatan Ghuluw dan Bid'ah

Oleh: Syeikh Muhammad Nashiruddin al-Albanirahimahullah*
Diterjemahkan oleh Abu Isma’il Muslim al-Atsari dari Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah V/11-14, hadits no:2005

hadits
"Sesungguhnya sekelompok orang akan membaca al-Qur’an, (tetapi) tidak melewati tenggorokan mereka, mereka menembus dan keluar dari Islam sebagaimana anak panah menembus dan keluar dari binatang buruan yang dipanah."

WIHDATUL WUJUD (dan korelasinya dengan WIHDATUL AD-YAN (PENYATUAN AGAMA-AGAMA)


WIHDATUL WUJUD
Oleh : Ustadz Muhammad Ashim bin Musthafa

HAKIKAT KEYAKINAN WIHDATUL WUJUD DAN PELOPORNYA

Keyakinan wihdatul wujud, merupakan pemahaman ilhadiyah (kufriyah) yang muncul setelah dipenuhi dengan keyakinan hulul. Yaitu, dalam istilah Jawa disebut manunggaling kawula lan gusti. Artinya, bersatunya makhluk dengan Tuhan, pada sebagian makhluk. Tidak ada keterpisahan antara keduanya. Muaranya, segala yang ada merupakan penjelmaan Allah Azza wa Jalla. Tidak ada wujud selain wujud Allah. Hingga akhirnya berpandangan, tidak ada sesuatu pun di alam semesta ini, kecuali Allah. Pemikiran sesat seperti ini, tidak lain kecuali berasal dari keyakinan Budha dan kaum Majusi.[1]


Syarat Diterimanya Ibadah

oleh : Abu Abdillah Sofyan Chalid bin Idham Ruray



Sesungguhnya kemuliaan manusia dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala bukanlah pada kemanusiaan itu sendiri, melainkan karena ibadahnya kapada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Oleh karenanya orang-orang kafir tidak ada kemuliaan mereka sedikit pun dalam pandangan Allah Subhanahu wa Ta’ala, bahkan merekalah makhluk yang paling hina dan paling rendah. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:





إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُولَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari kalangan ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani) dan orang-orang musyrikin (lainnya) (akan masuk) ke neraka Jahannam; mereka kekal di dalamnya. Mereka itulah seburuk-buruk makhluk.” (Al-Bayyinah: 6)

Mengenal Seluk beluk Bid'ah


1.     Pengertian Bid’ah
Saudaraku yang semoga kita selalu mendapatkan taufik Allah, seringkali kita mendengar kata bid’ah, baik dalam ceramah maupun dalam untaian hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Namun, tidak sedikit di antara kita belum memahami dengan jelas apa yang dimaksud dengan bid’ah sehingga seringkali salah memahami hal ini. Bahkan perkara yang sebenarnya bukan bid’ah kadang dinyatakan bid’ah atau sebaliknya. Tulisan ini -insya Allah- akan sedikit membahas permasalahan bid’ah dengan tujuan agar kaum muslimin bisa lebih mengenalnya sehingga dapat mengetahui hakikat sebenarnya. Sengaja kami membagi tulisan ini menjadi empat bagian _dan saya menggabungkannya, dgn maksud memudahkan membaca seluruhnya-im. Kami harapkan pembaca dapat membaca tulisan ini secara sempurna agar tidak muncul keraguan dan salah paham. Semoga kita selalu mendapatkan ilmu yang bermanfaat.