Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label cinta. Tampilkan semua postingan

terima kasih...

saudaraku..

terimakasih kau telah cabik perasaanku dengan kata-kata mu
kau bangunkan aku waktu aku lena dalam kesalahanku.
kamu buktikan cintamu padaku..

seperti ini sayang yang ku maksud..

aku teringat waktu egoku meronta,
merutukmu dlm hati dgn serapah..
iya, rasaku sakit pastinya..

karena kau benturkan semua keadaanku pada kebenaran
diwaktu aku hanyut pada perasaan..
sungguh aku menjadi buta karenanya.

cenderung cinta padanya


Dalam sebuah atsar disebutkan,
جبلت القلوب على حب من أحسن إليها وبغض من أساء إليها
Tabiat hati adalah cenderung mencintai orang yang berbuat baik padanya dan membenci orang yang berbuat jelek padanya.” (HR. Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman 6: 2985, Abu Nu’aim dalam Al Hilyah 4: 131, Al Jami’ Ash Shogir 3580. As Suyuthi mengatakan hadits ini dho’if). Walaupun hadits ini dho’if, namun maknanya tepat dan benar.
Cintailah Karena Allah
Kecintaan seseorang pada orang yang suka berbuat baik padanya, itu memang boleh. Namun hendaklah kecintaan tersebut dibangun di atas kecintaan karena Allah. Artinya, standar kecintaan pada saudaranya seimbang dengan ketaatan saudaranya pada Allah. Jika saudaranya termasuk kalangan orang sholeh dan bertakwa, ia akan semakin cinta. Sebaliknya, cintanya akan semakin berkurang pada yang suka berbuat maksiat dan durhaka. Inilah maksud kecintaan karena Allah. Berarti kecintaan seseorang yang mencintai karena Allah akan berbeda pada pecandu rokok dan pada pemuda yang lisannya tidak pernah lepas dari dzikir. Kecintaan karena Allah itulah yang menuai kelezatan dan manisnya iman.

cinta sejati itu...


Makna ‘Cinta Sejati’ terus dicari dan digali. Manusia dari zaman kezaman seakan tidak pernah bosan membicarakannya. Sebenarnya, apa itu ‘Cinta Sejati’ dan bagaimana pandangan Islam terhadapnya?
Seorang peneliti dari Researchers at National Autonomous University of Mexico mengungkapkan hasil risetnya yang begitu mengejutkan. Menurutnya: Sebuah hubungan cinta pasti akan menemui titik jenuh, bukan hanya karena faktor bosan semata, tapi karena kandungan zat kimia di otak yang mengaktifkan rasa cinta itu telah habis. Rasa tergila-gila dan cinta pada seseorang tidak akan bertahan lebih dari 4 tahun. Jika telah berumur 4 tahun, cinta sirna, dan yang tersisa hanya dorongan seks, bukan cinta yang murni lagi....


Fitnah Terdahsyat Itu Bernama Wanita

Penulis : Ustadz Abu Fairuz Ahmad Ridwan, Lc Hafidzahullah

" Dihiasi bagi manusia kecintaan terhadap apa-apa yang gandrungi manusia berupa syahwat terhadap wanita, anak-anak,tumpukan-tumpukan emas dan perak, kuda-kuda yang mahal, binatang ternak dan sawah ladang, itu semua hakikatnya hanyalah kenikmatan hidup di dunia, dan di sisi Allah ada tempat kembali yang terbaik." QS: Al-Imran: 14.
Diantara semua bentuk kenikmatan dunia yang digandrungi manusia, Allah subhanahu wa ta’ala menempatkan wanita pada posisi pertama dari segala bentuk kenikmatan lainnya. Hal ini tentunya bukan tanpa makna, tetapi karena memang diantara segala keindahan dunia ini wanita yang paling menggoda. Karena itulah Imam Alqurtubi menyebutkan dalam tafsirnya: ” Allah memulai (menyebutkan) kenikmatan dengan wanita karena betapa condongnya jiwa terhadap mereka....”


Mengeluh Kepada Manusia

Seorang yang jahil akan mengadukan Allah kepada manusia! (praktek nyatanya adalah tindakan kita yang terkadang mengeluhkan musibah yang menerpa, kita tidak bersabar atas hal tersebut dan justru mengeluhkan musibah itu kepada orang lain.) Hal ini merupakan puncak kebodohan, karena apabila dia mengenal Rabb-nya, tentu dia tidak akan mengeluhkan-Nya dan jika dia mengenal hakikat manusia, tentu dia tidak akan mengadu kepada mereka.

Salah seorang ulama salaf pernah melihat pria yang mengadu kepada temannya perihal kesulitan hidup yang dialaminya.
Maka ulama tadi berkata, “Duhai, demi Allah, anda tidak akan menemukan solusi apabila anda mengeluhkan Zat yang merahmatimu (sayang kepadamu) kepada seorang yang tidak menyayangimu.”

Oleh karena itu, salah seorang penyair bersenandung,

وإذا أتتك مصيبة فاصبر لها … صبر الكريم فإنه بك أرحم

وإذا شكوت إلى ابن آدم إنما … تشكو الرحيم إلى الذي لا يرحم

“Apabila anda tertimpa musibah, maka bersabarlah dengan baik, sesungguhnya Dia sangat sayang kepadamu.

Cerita Cinta ( Laila Majnun )


Laila Majnun, sebuah kisah dari cerita rakyat arab, tentang kecantikan seorang gadis bernama Laila, yang menarik hati seorang pemuda, Qais keturunan Bani Amir.
Qais yang semula pandai, gagah dan berasal dari kabilah terhormat, menjadi “majnun” alias gila, karena kasihnya yang tak sampai. Qais, yang tersiksa karena takdir yang selalu memusuhinya, sedang hasrat tak mampu ditundukan hatinya, menjadikan dia lupa akan hakikat hidupnya sendiri. Walau kegilaan yang dialaminya mengilhami tutur bahasa sastra yang indah, dan ketulusan jiwa dalam derita cinta, tetap saja sebutan “majnun” tak dapat ditepisnya.


Kisah tentang Qais dan Laila yang hidup di suatu negeri wilayah tanah Arab. Qais yang berwajah tampan dan Laila yang terkenal akan kecantikannya, yang menjadi dambaan setiap laki-laki. Akhirnya cinta mereka kandas karena adat melarang mereka untuk mengekspresikan gelora cintanya. Maka, tumpah ruahlah segala rasa rindu dan cinta dalam bentuk syair dan puisi yang mengalir menentang takdir mereka.

Kutitip surat ini untukmu

Assalamu’alaikum,

Segala puji Ibu panjatkan kehadirat Allah ta’ala yang telah memudahkan Ibu untuk beribadah kepada-Nya.
Shalawat serta salam Ibu sampaikan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabatnya. Amin…

Wahai anakku,

Surat ini datang dari Ibumu yang selalu dirundung sengsara… Setelah berpikir panjang Ibu mencoba untuk menulis dan menggoreskan pena, sekalipun keraguan dan rasa malu menyelimuti diri. Setiap kali menulis, setiap kali itu pula gores tulisan terhalang oleh tangis, dan setiap kali menitikkan air mata setiap itu pula hati terluka…


kepada yg tercinta, bundaku yg kusayang

Segala puji bagi Allah… yg telah memuliakan kedudukan kedua orang tua, dan telah menjadikan mereka berdua sebagai pintu tengah menuju surga.
Shalawat serta salam hamba -yg lemah ini- panjatkan keharibaan Nabi yg mulia, keluarga serta para sahabatnya hingga hari kiamat. Amin…
Ibu…
Aku terima suratmu yg engkau tulis dg tetesan air mata dan duka… aku telah membaca semuanya… tidak ada satu huruf pun yg aku sisakan.

Risalah untuk Saudara Tercinta

الحمد لله وكفى، وصلاة وسلاما على عباده الذين اصطفى .. أما بعد :
 
Sesungguhnya setiap manusia akan mengalami kesudahan. Betapa pun lezatnya dia merasakan kenikmatan hidup di dunia, betapa pun panjang umurnya, betapa pun dia memuaskan syahwat dan meneguk kenikmatan dunia, dirinya tetap akan mengalami kesudahan. Kematian! Itulah kesudahan tersebut. Sesuatu yang tidak dapat dihindari. 

Allah ta’ala berfirman,
كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ (١٨٥)
“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati” (Ali Imran: 185).


Seorang penyair juga mengatakan,
كل ابن أنثى وإن طالت سلامته
يوما على آلة حدباء محمول
Setiap manusia, betapa pun panjang umurnya
Kelak di suatu hari, dirinya akan terusung di atas keranda

Bila Cinta Menyapa

Penulis: Abu Mushlih Ari Wahyudi

‘Cinta bikin orang gila’, begitu kata sebagian orang. Barangkali ada benarnya. Buktinya, banyak kita saksikan para pemuda atau pemudi yang rela melanggar aturan-aturan agama demi mencari keridhaan pacarnya. Alasan mereka, ‘cinta itu membutuhkan pengorbanan’. Kalau berkorban harta atau bahkan nyawa untuk membela agama Allah, tentu tidak kita ingkari. Namun, bagaimana jika yang dikorbankan adalah syariat Islam dan yang dicari bukan keridhaan Ar-Rahman? Semoga tulisan yang ringkas ini bisa menjadi bahan renungan bagi kita bersama, agar cinta yang mengalir di peredaran darah kita tidak berubah menjadi bencana.

FIQIH CIUMAN

Perlu sekali kita mengenal jenis-jenis ciuman dari pembahasan berikut ini. Semoga bermanfaat.
«أقسام التقبيل»
Jenis-Jenis Ciuman
ذكر بعض الفقهاء أن التقبيل على خمسة أوجه : قبلة المودة للولد على الخد ، وقبلة الرحمة لوالديه على الرأس ، وقبلة الشفقة لأخيه على الجبهة ، وقبلة الشهوة لامرأته أو أمته على الفم ، وقبلة التحية للمؤمنين على اليد.
وزاد بعضهم قبلة الديانة للحجر الأسود.

Sebagian pakar fikih menyebutkan bahwa ciuman itu ada lima jenis.
a. Ciuman cinta, itulah ciuman kepada anak di pipinya.
b. Ciuman belas kasihan, itulah ciuman kepada ibu dan bapak di kepalanya.
c. Ciuman sayang, itulah ciuman kepada saudara di dahinya.
d. Ciuman birahi, itulah ciuman kepada istri atau budak perempuan di mulutnya.
e. Ciuman penghormatan, itulah ciuman di tangan untuk orang-orang yang beriman.

Arti Sebuah Cinta 2

Cinta adalah Ibadah
Sebagaimana telah lewat, cinta merupakan salah satu dari ibadah hati yang memiliki kedudukan tinggi dalam agama sebagaimana ibadah-ibadah yang lain. Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

“Tetapi Allah menjadikan kamu cinta kepada keimanan dan menjadikan iman itu indah dalam hatimu.” (Al-Hujurat: 7)

“Dan orang-orang yang beriman lebih cinta kepada Allah.” (Al-Baqarah: 165)

“Maka Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya.” (Al-Maidah: 54)

Adapun dalil dari hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah hadits Anas yang telah disebut di atas yang dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari dan Al-Imam Muslim: “Hendaklah Allah dan Rasul-Nya lebih dia cintai daripada selain keduanya.”

ARTI SEBUAH CINTA

Penulis : Al-Ustadz Abu Usamah Abdurrahman bin Rawiyah An-Nawawi

Cinta bisa jadi merupakan kata yang paling banyak dibicarakan manusia. Setiap orang memiliki rasa cinta yang bisa diaplikasikan pada banyak hal. Wanita, harta, anak, kendaraan, rumah dan berbagai kenikmatan dunia lainnya merupakan sasaran utama cinta dari kebanyakan manusia. Cinta yg paling tinggi dan mulia adalah cinta seorang hamba kepada Rabb-nya.

Kita sering mendengar kata yang terdiri dari lima huruf: CINTA. Setiap orang bahkan telah merasakannya, namun sulit untuk mendefinisikannya. Terlebih untuk mengetahui hakikatnya. Berdasarkan hal itu, seseorang dengan gampang bisa keluar dari jeratan hukum syariat ketika bendera cinta diangkat. Seorang pezina dengan gampang tanpa diiringi rasa malu mengatakan, “Kami sama-sama cinta, suka sama suka.” Karena alasan cinta, seorang bapak membiarkan anak-anaknya bergelimang dalam dosa. Dengan alasan cinta pula, seorang suami melepas istrinya hidup bebas tanpa ada ikatan dan tanpa rasa cemburu sedikitpun.