Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label syair. Tampilkan semua postingan

terima kasih...

saudaraku..

terimakasih kau telah cabik perasaanku dengan kata-kata mu
kau bangunkan aku waktu aku lena dalam kesalahanku.
kamu buktikan cintamu padaku..

seperti ini sayang yang ku maksud..

aku teringat waktu egoku meronta,
merutukmu dlm hati dgn serapah..
iya, rasaku sakit pastinya..

karena kau benturkan semua keadaanku pada kebenaran
diwaktu aku hanyut pada perasaan..
sungguh aku menjadi buta karenanya.

Teruntuk saudariku


Yang Teristimewa Bagi Wanita 

"...Wahai pena..!
Titiplah salam kami teruntuk kaum wanita.
Tak usah jemu kau kabarkan bahwa mereka adalah lambang kemuliaan.

Syair: Fitnah Wanita

Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:




مَا تَرَكْتُ بَعْدِيْ فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنْ النِّسَاءِ
Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum laki-laki daripada (fitnah) wanita.

Sungguh, fitnah wanita termasuk cobaan terbesar dan paling mengerikan bagi kaum Adam.
Karena wanita, dua orang laki-laki berkelahi. Lantaran wanita, dua kubu saling bermusuhan dan saling serang. Oleh sebab wanita, darah begitu murah dan mudah diguyurkan. Karena wanita, seseorang dapat terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Bahkan, karena wanita, si cerdas yang baik dapat berubah menjadi dungu dan liar.

Akhir Perjalanan Sang Perantau


Orang asing bukanlah orang yang merantau ke negeri syam atau yaman
Tapi orang asing adalah, orang yang merantau ke kuburnya bersama kain kafan

Sungguh si perantau punya hak yang harus dipenuhi
Oleh tuan rumah yang daerahnya sedang dilalui
—   —
Janganlah kau hardik orang asing ketika sedang dalam perantauan
Karena masa telah menghardiknya dengan kehinaan dan banyak cobaan